[chapter 2] Adore You -Jungkook vers.
Judul :
Adore You
Genre :
Teen-Lit, Romance
Length :
Chapter 02
Author :
saya
"AAA!!" Jong Kook membekap mulut Jung Mi,
dengan tangan kanannya dan tangan satu lagi membentuk jari telunjuk di mulut
mengisyaratkan diam. Setelah Jung Mi terlihat tenang, dengan perlahan Jong Kook
menyingkirkan tangannya dari mulut Jung Mi lalu tersenyum. Senyum miringnya
terlihat menggoda. Membuatnya semakin terlihat badboy dan sexy.
"Kamu ngapain di kamar mandi cewek, sih?"
"Gua udah keliling sekolah nyariin elu, nanya
sana-sini tapi kagak ada yang tahu. Dan gua berpikir ada satu tempat yang belum
gua tuju, ya ini," jawabnya enteng.
Jung Mi menundukkan perlahan kepalanya sambil berkata
pelan, " Aku segitu parah ya numpahin kopi ke baju kamu?" tanya Jung
Mi.
"Mian. Tapi sumpah aku enggak sengaja," ucapnya
sambil menatap berkaca-kaca pada Jong Kook serta jari telunjuk dan tengah yang
ditautkannya mengisyaratkan sumpah.
"Aku gak punya uang buat ganti rugi. Jatah bulanan
aku..." Jung Mi asik berkomat-kamit sementara Jong Kook seperti
mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
"Ini buku elu," jawabnya singkat, seketika Jung
Mi memandang bingung pada buku yang ditangan Jong Kook dan pada orang yang
memegangnya.
"Beneran ini buku aku?" Jung Mi mengambil buku
yang bersampul Hello Kitty itu.
"YAK! Masa elu gak tahu? Gile! Elu enggak tahu kalau
ada buku lu yang hilang?" tanya Jong Kook tak percaya.
"Kok bisa sama kamu? Aku enggak ada roster mtk hari
ini, jadi aku enggak tahu kalau bukuku hilang," Jawabnya polos.
"Gilek! Cewek secantik elu cuma perhatian sama buku
sesuai roster? Bego banget lu! Coba deh lu pikir kalo matematik juga ada di
roster hari ini, pasti pr elu kagak selesai," ucap Jong Kook panjang lebar
nada memaki.
"Apa tadi kamu bilang?" Jung Mi tak menggubris
makian Jong Kook. Ia lebih tertarik pada kata yang diucapkan Jong Kook barusan.
"Oh iya!" Jong Kook kembali mengeluarkan
sesuatu dari dalam tasnya *keak doraemon
"Ini saputangannya, dan ini kemeja sekolahnya,"
Jung Mi mengambil kedua benda itu dari masing-masing tangan Bagas.
"Maksudnya? Aku enggak ngerti, ini emang punya saya
tapi kemejanya…" rautnya bingung sambil memandang saputangannya yang sudah
bersih dan kemeja putih seragam SMA yang sudah terkena noda kopi cukup banyak.
Tak pantas dibilang kemeja putih.
"Saputangannya udah gua bersihin. Sekarang giliran
elu yang bersihin itu," Jong Kook menunjuk pada kemeja sekolahnya, lantas
langsung menatap jam tangan digitalnya dan...
‘Nih orang muka orang berada masa enggak ada mesin
laundry sih, di rumah’
"Ya udah, itu aja. Gua cabut."
"Eh, tunggu! Boleh minta nomor HP kamu enggak,
supaya aku bisa hubungin kamu buat ngembaliin kemeja ini."
Jong Kook membalikkan badannya,
"Segitu tertariknya ya elu sampe minta nomor HP
gua," ia tersenyum miring.
"Astagfirullah. Ih, gak jadi," Jung Mi
menggeleng-gelengkan kepalanya dan memutar matanya. Jong Kook datang
menghampiri Jung Mi dan mengambil ponsel Jung Mi dari roknya. Jung Mi
terperanjat.
"Kurang ajar banget, sih!" Jong Kook tak
menggubris Jung Mi yang sedang mengamuk dengan tatapan nanar padanya.
Diketiknya nomor HP nya secepat mungkin pada ponsel Jung Mi lalu menyerahkannya
pada pemiliknya.
"Sorry ya," ucapnya dengan tatapan tulus dan
pergi.
"E...em.. Ih!" Jung Mi seakan merasa lidahnya
kelu. Ditatapnya punggung cowok yang baru dikenalnya itu menjauh. Kemudian ia
tersenyum dan berkata, "Gomawo Jong Kook-a," lantas ikut meninggalkan
kamar mandi.
_______________________
Jung Mi berjalan menyusuri koridor menuju kelasnya.
Banyak mata menatap langkah dan gesture nya, terlebih para wanita memasang
tatapan tajam dan mematikan. Jung Mi bingung sepanjang jalan menuju kelas
hingga Bo Hae dan Ji Soo berlari menghampirinya.
"Jung Mi-ya, elu kenal Jong Kook?"
" Jung Mi-ya, elu tadi dicariin Jong Kook, tahu enggak?
Bayangin, dia datang kemari cuma buat nyariin elu!"
"Elu ada hubungan apa sama dia?" bertubi-tubi
pertanyaan dilayangkan keduanya pada Jung Mi. Jung Mi mengedip-edipkan matanya
sambil menatap ke arah lain, mencoba berpikir.
JUNG MI POV
Jong Kook-ya!! Kamu kok gila banget, sih jadi orang.
Pantas aja banyak yang lihatin aku, ini karna kamu nyari aku pakai tanya-tanya
sama orang. Kan orang jadi pengen tahu, aku sama kamu itu ada hubungan
apa.Aduh!! Mana si Bo Hae sama Ji Soo nanyanya gitu banget. Mau jawab apa ini?
JUNG MI POV END
"Emm.. Ini lho... Emm.. Oh! Mama dia 1arisan sama
mamaku, jadi tadi dia nganterin jadwal arisan yang disuruh mama dia,"
jawab Jung Mi lalu tersenyum cepat.
"Jadi..."
KRINGGGG!!!
"Aduh!! Kalian minggir sedikit, kenapa sih? dari
tadi aku pengen ke kantin mau makan tapi keburu ditahan sama kalian. Mana udah
bel, lagi. Minggir-minggir!" Jung Mi berlalu meninggalkan keduanya. Ke
kantin menjadi alibinya untuk menghindar, lantas langsung berlari menuju kelas.
________________________
" Jong Kook!" si pemilik nama merasa ada yang
memanggilnya, seketika jejaknya terhenti dan segera menoleh ke arah suara.
'Indira Park' pikirnya dalam hati.
"Kamu ngapain kemari? Ya, Jong Kook-a, kamu makin
ganteng aja ya," gadis bernama Indira itu mendekat dan membuka
pembicaraan.
"Tadi ada urusan. Kamu juga makin cantik,"
balas Jong Kook sambil tersenyum hambar. Seketika orang di dipuji wajahnya
memerah dan menundukkan kepala.
"Aku enggak pernah lagi lihat kamu sama yang lain di
club. Udah berhenti nih, ceritanya?" tanya yeoja itu sambil menyeka
rambut pirang warna blonde nya yang menutupi mata.
"Masih kok. Kita masih ngeclub bareng
anak-anak, tapi udah jarang di situ."
"Oh."
"Emang kemari ada urusan sama siapa?"
KRINGGG!!!
"Gua cabut ya, Dir! Masuk lu!" Jong Kook lantas
berlari kecil meninggalkan Indira yang masih enggan bergerak. Beberapa meter, Jong
Kook langsung berlari cepat tanpa repot-repot menoleh ke arah gadis bertubuh
model itu.
"Jong Kook-a, elu ngehindar lagi dari gue ya."
_______________________
Woo Hyun menutup pintu mobilnya keras. Sudah sejam lebih
ia menunggu Jung Mi pulang di parkiran. Perasaannya gusar sambil terus menatap
layar poselnya. Sebelumnya ia sudah memasuki bangunan SMA Merdeka itu untuk
mencari sang adik, namun nihil hasilnya.
Terlintas deretan pikiran negatif tentang saudaranya di
kepala, apalagi sekolah itu sudah sepi. Kembali ditunggunya tepat di depan
pintu masuk sekolah itu.
Terlihat bayangan tubuh orang di pintu masuk, terpampang Jung
Mi berdiri dengan kemejanya yang sudah kotor dan keluar dari dalaman roknya
sambil menenteng tasnya. Rambutnya basah dan matanya sembap. Juga beberapa
memar pada pelupuk mata kiri dan sisi bibirnya. Lutut kanannya dibalut
saputangan abu-abu yang sedikit tembus darah.
Dengan sigap, Woo Hyun berlari menuju sang adik dan
memeluk tubuhnya yang sudah dingin karna seragamnya yang basah. Jung Mi
menjatuhkan tasnya dan membalas pelukan sang abang. Dibiarkannya air matanya
keluar membasahi kaos bagian bahu Woo Hyun. Woo Hyun mengelu-elus punggung sang
adik. Seakan diberi kekuatan dari pelukan Woo Hyun, akhirnya Jung Mi berhenti
menangis dan melepas pelukannya dari sang abang.
.
Komentar
Posting Komentar